Monthly Archives: Mei 2011

Sakit Flu, Batuk, Demam dan Pusing Berkepanjangan Periksakan Ke Dokter Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT)

Awalnya adalah Aku mengalami depresi yang sangat tinggi. Setiap bulan aku pasti mengalami jatuh sakit. Sakit yang Aku derita memang tergolong sakit ringan seperti flue, batuk, panas dingin dan pusing.

Setelah di cek ke dokter umum di poliklinik tekanan darah aku selalu dibawah 100. Namun anehnya setelah aku mengoptimalkan upaya sehat dengan cara menaikan tekanan darah aku ternyata tetap saja sakit, padahal sudah mencapai 120/80 yang artinya dalam batas normal, plush aku juga rajin berolah raga dan minum vitamin dan suplemen.

Aneh banget aku merasa sehat tapi kenapa sakit…?, padahal tensi sudah normal. Oh.. tuhan ku hamba sudah mengalami ini sangat lama namun belum menemukan penyebabnya.

Suatu hari aku mengalami telingga yang mendengung, hal ini terjadi setelah aku mengkorek telinga aku dengan cottonbud. Prosesnya aku gunakan cairan otopraf untuk menghilangkan peradanagan, dimana sebelumnya sering aku lakukan seperti itu dan berhasil menghilangkan dengungan di telinga. Sudah seminggu kok, dengungan tidak hilang..?? aku panic dan memberanikan diri ke dokter spesialis yaitu dokter THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan).

Hasil dari dokter THT adalah adanya infeksi disaluran pernapasan aku sehingga adanya penyumbatan pada rongga hidung yang mengakibatkan sesak, batuk, flu, demam dan pusing. Aneh wong yang sakit telingga kenapa jadi hidung aku yang salah yach…??? Hiks aku kan ngak ngerti dok..jelasin dong…!!

Ternyata saluran pernafasan itu adanya tepat di belakang hidung, sehngga ketika tersumbat efeknya telinga sangat peka karena fungsi gendang baik jadi agak risih apabila kepala kita usap atau ketuk ringan dnegan tangan akan terdengar jelas. He…. Begitu ternyata kawan.. :d

Oh… tuhan jadi selama ini aku terkena infeksi saluran pernapasan yach.

Memang diagnose dokter pun mengatakan aku terkena ISPA (infeksi saluran pernafasan). Namun ISPA yang diagnose dokter umum tidak sedetail pada diagnose dokter THT. Pada dokter THT aku ternyata mengalami pembengkokan pada saluran hidung, sehingga udara yang aku hirup tidak penuh, bahkan dapat dikatakan tersumbat.

Inilah yang mengakibatkan selama ini Aku mengalami sakit. Butir demi butir Aku selalu mengkonsumsi obat yang mengandung zat kimia yang mungkin apabila di konsumsi berlebihan akan mengakibatkan efek pada organ lainnya.

Ya..allah tuhan ku terima kasih engkau berikan petunjuk atas derita ku selama ini.

Sebagai orang yang ingin sehat aku disarankan oleh dokter untuk rajin berolah raga dengan maksud agar daya tahan tubuh ku stabil. Sehingga penyakit tidak cepat datang pada tubuh ku.

Terjadinya pembengkokan di saluran pernafasan ini adalah normal. Setiap manusia tidak ada yang memiliki saluran yang lurus. Yang membedakan hanya tingkat curamnya, saluran yang aku miliki sangat exstrim sehingga membuat Aku mudah terkena penyakit tersebut.

Semoga sempitnya saluran pernafasan Aku miliki tidak diteruskan pada keturunan ku, Ya allah semoga engkau mendengar doaku untuk anak ku yang jauh dan selalu ku rindu.

Amin.

Banyak efek terhadap masalah pernafasan, selengkapnya aku membagikannya melalui Blog ini.

Iklan

Cermin Keluarga Rosullullah adalah Cinta Harapan Keluarga Ku

1. Wahai kekasih ku, apabila kelak suatu hari nanti engkau adalah wanita akhir zaman untuk ku dan aku adalah lelaki akhir zaman untuk mu. Berikanlah kasih sayang dan pengabdian mu untuk keharmonisan keluarga kita. Satu kisah tentang kasih sayang Rosulullah diceritakan oleh ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ia berkata:

“Demi Allah, saya melihat Rasulullah berdiri di depan pintu kamarku sementara orang-orang Habasyah bermain-main tombak di masjid, Rasulullah menyitariku dengan selendangnya agar aku dapat menyaksikan permainan mereka dari balik telinga dan leher pundak beliau, beliau tidak beranjak sehingga aku puas dan beranjak dari situ. Beliau memperlakukanku sebagaimana seorang gadis muda belia yang masih senang permainan.” }Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (IX/255), Muslim (VI/183-184), An-Nasai (III/193-196), Ahmad (VI/166, 247) }
Aku pun ingin menjadi lelaki yang baik kepada mu wahai istriku kelak. Karena sesungguhnya aku sangata menyayangi wanita yang dapat menjaga dirinya .

«أكمل المؤمنين إيماناً أحسنهم خلقاً، وخياركم خياركم لنسائكم».

“Sesungguhnya orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan yang terbaik diantara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya.” {Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi (IV/325), Ahmad (II/250, 472), Ibnu Hibban (1311, 1926) }

 2. Aku pun ingin mengikuti jejak mu ya Muhammad SAW, seperti apa yang engkau lakukan kepada ‘Aisyah, engkau berikan tawa dan canda bersama ‘Aisyah sehingga kesenang.

Aisyah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadiri sebuah lawatan.

Aisyah berkata: “Pada waktu itu aku masih seorang gadis yang ramping. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Mereka pun berangkat mendahului kami. Kemudian beliau berkata kepadaku: “Kemarilah ! sekarang kita berlomba lari.” Aku pun meladeninya dan ternyata aku dapat mengungguli beliau. Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya diam saja atas keunggulanku tadi. Hingga dalam kesempatan lain, ketika aku sudah agak gemuk, aku ikut bersama beliau dalam sebuah lawatan. Beliau memerintahkan rombongan agar bergerak terlebih dahulu. Kemudian beliau menantangku berlomba kembali. Dan kali ini beliau dapat mengungguliku. Beliau tertawa seraya berkata: “Inilah penebus kekalahan yang lalu !” {Hadits shahih riwayat Abu Dawud (VII/243), Ibnu Majah (I/610), Ahmad (VI/39, 264, 280) }

3. Akupun tak ingin menjadi kayu api neraka karena tak menafkahi engkau dan anak kun anti. Doakan lah aku agar aku selalu bersyukur dan tawakal menjalani hidup ini dan keyakinan mu untuk keluarga kita nanti.

Diantara bukti kesempurnaan iman adalah memberi nafkah kepada keluarga (anak dan istri). Tidak membiarkan mereka hingga terlantar tak terurus. Sebab hal itu merupakan kezhaliman yang sangat besar. Berdasarkan hadits Abdullah bin ‘Amr dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut ini:
“Cukuplah seseorang menuai dosa apabila ia menelantarkan orang-orang yang menjadi tanggungannya (keluarganya).” { Hadits shahih riwayat Abu Dawud (II/132), Ahmad (II/160, 193, 195)}

4. Apabila aku tergolong dalam suami yang kikir terhadap anak dan istriku, maka aku mohon engkau mengiangat kan ku dengan kesabaran dank e ikhlasan mu. Dan apabila engkau mau menyisihkan dengan cara yang engkau anggap baik karena kekikiran ku aku ikhlas dan lakukanlah dengan wajar dan sesuai batas kemampuan ku. Gunakanlah  secara baik dan bijaksana, bukan untuk menghambur-hamburkan jangan sampai niat mu menjadi sifat yang mendekati kelaliman.

Berdasarkan hadits ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha:

“Hindun Ummu Mu’awiyah mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya Abu Sufyan seorang suami yang kikir, apakah saya boleh mengambil hartanya tanpa\sepengetahuannya?”  Rasulullah menjawab:

“Ambillah dari hartanya untuk memenuhi kebutuhanmu dan kebutuhan anak-anakmu dengan cara yang ma’ruf.” { Hadits shahih riwayat Al-Bukhari (IV/405 & V/107 & VII/141 & IX/504-507, 514, XI/525, XIII/138-139, 171), Muslim (XII/7-10), Abu Dawud (VII/290), An-Nasai (VIII/246-247), Ibnu Majah (2293) }

Namun demikian aku lebih memilih bila engkau membicarakan segalanya kepadaku bukan dengan mengendap dalam kebaikan.

«أَدّ الأمانةَ إلى من إئتمنكَ، ولا تخنْ من خانكَ».

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang mengamanahimu dan janganlah khianati orang yang mengkhianatimu.” { Hadits shahih riwayat Abu Dawud (3535), At-Tirmidzi (1264), Ad-Darimi (II/178), Al-Bukhari dalam Al-Kabir (II/2/360) }

Mengambil harta suami tanpa seizinnya merupakan khianat. Hal itu telah dilarang berdasarkan nash Al-Qur’an dan As-Sunnah.”

Gambaran dari kedua hadist diatas dapat kita ilustrasikan sebagai berikut :

“Masalahnya bukan sebagaimana yang mereka duga. Apa yang dimaksud oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits Hindun tidak sebagaimana yang beliau maksud dalam hadits di atas. Alim Ulama telah menyebutkan bahwa barangsiapa yang memiliki hak ditangan orang lain lalu ditahan oleh orang tersebut, maka ia boleh mengambil sesuatu dari harta orang tersebut sebagai pengganti haknya yang ditahan. Sebagaimana dimaklumi bahwa di rumah suami yang kikir tentunya tidak tersedia sandang pangan dan segala kebutuhan yang wajib disediakannya untuk anak dan istri. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah memberi izin kepada Hindun untuk mengambil sekadar kebutuhannya dan anak-anaknya. Sementara hadits di atas (Tunaikanlah amanah………) maksudnya adalah tidak mengkhianati amanah setelah kebutuhannya dicukupi. Adapun mengambil sekadar kebutuhan, hal itu memang diizinkan oleh syariat. Oleh sebab itu, hadits Hindun tersebut tidaklah termasuk perkara yang dilarang dalam hadits terdahulu.” Wallahu a’lam.

5. Dan ketika aku merasa gugup untuk mengatakan sesuatu kebenaran yang dapat membuat kamu sedih atau bahkan membuat dirimu terluka, ku harap engkau dapat memaafkan ku sebelumnya karena aku pun bukan syaidina ali yang sempurna dimata tuhan. Dan maafkanlah bila suatu hari nanti aku melewati batas dalam memberikan saran, teguran dalam memaksakan kehendak ku.

Berpura-pura terhadap kaum wanita termasuk sikap seorang lelaki yang bijak. Kadang kala seorang lelaki menyembunyikan sesuatu yang apabila diungkapkannya terus terang kepada istrinya maka suasana akan bertambah kacau. Hal ini harus dimaklumi karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda:

«.. واستوصوا بالنساء خَيراً فإِنهنَّ خُلِقنَ من ضِلَع، وإنَّ أعْوَجَ شيءٍ في الضلَع أعلاه، فإِن ذَهبتَ تُقيمه كَسَرتَه، وإن تركتَهُ لم يَزَل أعوجَ، فاستَوصوا بالنساء خَيراً».

“Berbuat baiklah kepada kaum wanita. Sebab mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. Yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian atasnya. Jika engkau berusaha meluruskannya maka engkau akan mematahkannya, jika biarkan maka ia akan tetap bengkok. Maka dari itu berbuat baiklah kepada kaum wanita.” { Hadits shahih Al-Bukhari dan Muslim, At-Tirmidzi (I/223), Ad-Darimi (II/148), Ahmad (II/428, 449, 530) }

KERINDUAN

Wahai Angin kekasihku,

Kau hadir dalam setiap detak ku,
Yang dipertemukan oleh cinta yang sama,
Kau penjarakan aku dalam mahligai doa mu.
Ku tinggalkan yang hal lalu dan berpisah dengan berat .
Mengumandangkan kata selamat tinggal berulang kali.
Aku inginkan berlari mengejar mu.
Wahai angin yang syahdu.
Ku ingin mengapai biru cakrawala cinta mu
Melantunkan melodi kerinduan ku
Berpadu dalam nuansa terindah.
Dan ku tak ingin lepaskan kembali
Nafas ini ku persembahkan penuh untuk relung hati mu
Agar kau dapat merasakan lembutan suara kerinduan ku
yang mengelora sepanjang masa
Ku bisikan arti cinta ditelinga mu, dan kau memelukku penuh damba
Panas sang pemilik sinar terik
Ku nyanyikan lagu kerinduan untuk menyamankan kebimbangan
dan kau tetap sabar dan tenang.
Meskipun kau suarakan kegelisahan
Namun kita saling memeluk erat

Dengan memanjatkan doa seribu sayang, aku selalu menjaga
Akulah pemuja cinta mu,

Cinta laksana angin,
Kebenaran cinta itu sendiri dipertanyakan,
Mungkinkah akan menimpaku kembali,
Ataukah diri mu
Semoga tak akan terulang.
Hingga harapan kita terwujud.
Amin

Mencaci, Menangis, Meringis, Mengeluh ngak perlu lagi….!!!


Aku dapatkan artikel bagus dari seorang motivator semoga ada manfaat untuk kita semua amin.

MENYALAHKAN itu mudah, BERTANGGUNG JAWAB itu sulit.

Banyak orang saat mereka menghadapi “kegagalan”, mereka cenderung menyalahkan  Orang lain, Takdir, ataupun ketidak-mampuan, yang sebenarnya hanyalah ALASAN untuk tidak mencoba SEKALI LAGI.

Mari kita tingkatkan cara berfikir kita sebagai sebagai manusia yang diciptakan dengan sempurna dengan sebuah mindset yang akan membedakan kita dari 90% dengan orang diluar sana, yaitu :– Berhentilah MENYALAHKAN dan mulailah BERTANGGUNG-JAWAB

Apa maksudnya?
Bayangkan seorang pria yang digigit seekor ular. Jika pria tersebut BODOH, ia akan MENGEJAR ular tersebut untuk “balas dendam” dan MEMBUNUH HABIS ular tersebut. Walaupun akhirnya ular tersebut mati, sang pria juga akan langsung mati karena RACUN yang masuk kedalam tubuhnya akan SANGAT CEPAT menyebar selagi ia terlalu banyak bergerak saat mengejar ular yang ia ingin bunuh.
Pria yang pintar MENGERTI bahwa yang membuatnya SAKIT bukanlah GIGITAN ULAR, melainkan RACUN yang ada DIDALAM TUBUHNYA sendiri. Oleh karena itu ia TIDAK AKAN mengejar ular untuk balas dendam, melainkan MENGHISAP SENDIRI DARAHNYA untuk MENGELUARKAN RACUN yang ada didalam TUBUHNYA.

Cerita tersebut mencerminkan DENGAN JELAS bahwa APAPUN yang terjadi kepada KAMU walaupun itu BUKAN salah kamu, RACUNNYA tetap ada dalam DIRIMU. Orang lain MUNGKIN SAJA membuatmu SAKIT HATI, situasi MUNGKIN SAJA menyebabkanmu GAGAL, Kondisi MUNGKIN SAJA belum berpihak kepadamu, namun jika kamu hanya MENYALAHKAN orang lain tanpa MENYADARI bahwa RACUN yang sesungguhnya ada didalam dirimu, maka sudah tentu keadaan mu TIDAK AKAN BERUBAH menjadi LEBIH BAIK.

Memang MUDAH untuk TIDAK BERTANGGUNG-JAWAB dan HANYA berkata: “ITU SALAH DIA! itu bukan salah gue!” Atau “Gue emang udah BEGINI dari sananya! mau diapain lagi?” Atau “TAKDIR tuh emang penuh SIKSA, emang begitu kenyataan nya!”…yang membuat kalimat-kalimat diatas TAMPAK seperti ALASAN OTENTIK untuk membuatmu MENGHINDAR dari TANGGUNG JAWAB.

Namun kalimat-kalimat seperti itulah yang membuat BANYAK ORANG TETAP BERADA pada KONDISI TERBURUK mereka.

APAPUN yang terjadi KEPADAMU, baik itu SALAHMU, salah ORANG LAIN ataupun (jika menurutmu) SALAH TAKDIR, sudah menjadi TUGAS MU untuk TIDAK MENYALAHKAN SIAPA-SIAPA dan MULAI MENGAMBIL TINDAKAN yang PENUH TANGGUNG JAWAB untuk mengubah keadaanmu menjadi LEBIH BAIK.

STOP BLAMING AND START TAKING RESPONSIBILITY RIGHT NOW

Kebahagiaan Dunia dan Akherat ditangan seorang Wanita Muslimah

Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Baik, Kategori “Baik” masih sangat relatif.

Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Sholeha, Kategori “Sholeha” masih jauh tolak ukurnya.

Setiap Lelaki menginginkan wanita yang Penurut, Kategori “Penurut ” masih sulit menjabarkanya.

Lalu bagaimana memilih wanita yang dapat menghantarkan kita pada kebahagiaan dunia dan akherat, mungkin beberapa hal tentang wanita dapat menjadi acuan yang pantas untuk dilamar oleh seorang muslim.



  1. Wanita itu disunahkan seorang yang penuh cinta kasih. Maksudnya ia harus selalu menjaga kecintaan terhadap suaminya, sementara sang suamipun memiliki kecenderungan dan rasa cinta kepadanya. Selain itu, ia juga harus berusaha menjaga keridhaan suaminya, mengerjakan apa yang disukai suaminya, menjadikan suaminya merasa tentram hidup dengannya, senang berbincang dan berbagi kasih sayang dengannya. Dan hal itu jelas sejalan dengan firman Allah Ta’ala, Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tentram kepadanya. Dan Dia jadikan di antara kalian rasa kasih dan saying. (ar-Ruum:21).
  2. Disunahkan pula agar wanita yang dilamar itu seorang yang banyak memberikan keturunan, karena ketenangan, kebahagiaan dan keharmonisan keluarga akan terwujud dengan lahirnya anak-anak yang menjadi harapan setiap pasangan suami-istri. Berkenaan dengan hal tersebut, Allah Ta’ala berfirman, Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhankami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa’. (al-Furqan:74). Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Menikahlah dengan wanita-wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian pada hari kiamat kelak. Demikian hadist yang diriwayatkan Abu Daud, Nasa I, al-Hakim, dan ia mengatakan, Hadits tersebut sanadnya shahih.
  3. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu seorang yang masih gadis dan masih muda. Hal itu sebagaimana yang ditegaskan dalam kitab Shahihain dan juga kiab-kitab lainnya dari hadits  Jabir, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepadanya, Apakah kamu menikahi seorang gadis atau janda? dia menjawab,”Seorang janda.”Lalu beliau bersabda, Mengapa kamu tidak menikahi seorang gadis yang kamu dapat bercumbu dengannya dan ia pun dapat mencumbuimu?. Karena seorang gadis akan mengantarkan pada tujian pernikahan. Selain itu seorang gadis juga akan lebih menyenangkan dan membahagiakan, lebih menarik untuk dinikmati akan berperilaku lebih menyenangkan, lebih indah dan lebih menarik untuk dipandang, lebih lembut untuk disentuh dan lebih mudah bagi suaminya untuk membentuk dan membimbing akhlaknya. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sendiri telah bersabda, Hendaklah kalian menikahi wanita-wanita muda, karena mereka mempunyai mulut yang lebih segar, mempunyai rahim yang lebih subur dan mempunyai cumbuan yang lebih menghangatkan. Demikian hadits yang diriwayatkan asy-Syirazi, dari Basyrah bin Ashim dari ayahnya, dari kakeknya. Dalam kitab Shahih al_Jami’ ash_Shaghir, al-Albani mengatakan, “Hadits ini shahih.”
  4. Dianjurkan untuk tidak menikahi wanita yang masih termasuk keluarga dekat, karena Imam Syafi’I pernah mengatakan, “Jika seseorang menikahi wanita dari kalangan keluarganya sendiri, maka kemungkinan besar anaknnya mempunyai daya piker yang lemah.”
  5. Disunahkan bagi seorang muslim untuk menikahi wanita yang mempunyai silsilah keturunan yang jelas dan terhormat,karena hal itu akan berpengaruh pada dirinya dan juga anak keturunannnya. Berkenaan dengan hal tersebut, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscahya kamu beruntung. (HR. Bukhari,  Muslim dan juga yang lainnya).
  6. Hendaknya wanita yang akan dinikahi itu taat beragama dan berakhlak mulia. Karena ketaatan menjalankan agama dan akhlaknya yang mulia akan menjadikannya pembantu bagi suaminya dalam menjalankan agamanya, sekaligus akan menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya, akan dapat bergaul dengan keluarga suaminya. Selain itu ia juga akan senantiasa mentaati suaminya jika ia akan menyuruh, ridha dan lapang dada jika suaminya memberi, serta menyenangkan suaminya berhubungan atau melihatnnya. Wanita yang demikian adalah seperti yang difirmankan Allah Ta’ala, “Sebab itu, maka wanita-wanita yang shahih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminyatidak berada di tempat, oleh karena Allah telah memelihara mereka”. (an-Nisa:34). Sedangkan dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Dunia ini adalah kenikmatan, dan sebaik-baik kenikmatannya adalah wanita shalihah”. (HR. Muslim, Nasa’I dan Ibnu Majah).
  7. Selain itu, hendaklah wanita yang akan dinikahi adalah seorang yang cantik, karena kecantikan akan menjadi dambaan setiap insan dan selalu diinginkan oleh setiap orang yang akan menikah, dan kecantikan itu pula yang akan membantu menjaga kesucian dan kehormatan. Dan hal itu telah disebutkan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dalam hadits tentang hal-hal yang disukai dari kaum wanita. Kecantikan itu bersifat relatif. Setiap orang mempunyai gambaran tersendiri tentang kecantikan ini sesuai dengan selera dan keinginannya. Sebagian orang ada yang melihat bahwa kecantikan itu terletak pada wanita yang pendek, sementara sebagian yang lain memandang ada pada wanita yang tinggi.

Sedangkan sebagian lainnya memandang kecantikan terletak pada warna kulit, baik coklat, putih, kuning dan sebagainya. Sebagian lain memandang bahwa kecantikan itu terletak pada keindahan suara dan kelembutan ucapannya.

Demikianlah, yang jelas disunahkan bagi setiap orang untuk menikahi wanita yang ia anggap cantik sehingga ia tidak tertarik dan tergoda pada wanita lain, sehingga tercapailah tujuan pernikahan, yaitu kesucian dan kehormatan bagi tiap-tiap pasangan.