Monthly Archives: Juli 2010

KESEDERHANAAN (The essential simplicity)

Bermula dari kesederhanaan akan mengahantarkan jiwa yang besar.

Kesederhanaan bukanlah berdampingan dengan ketidakmampuan.

Kesederhanaan adalah kesempurnaan hidup manusia.

Kesederhanaan dapat menjadikan kekuatan yang mengagumkan

Dengan kesederhanaan dapat menentukan hasil dari solusi

Membangun kesederhanaan adalah membangun harga diri di mata tuhan.

Kesederhanaan yang tulus akan mempesona dan melahirkan cinta

Nikmati kesederhanaan dengan penuh rasa hingga dapati keindahan untuk hidup ini.

Kesedihan dan kegagalan merupakan sebagian dari perjalanan kehidupan yang dapat di imani, dan amini.

Biarlah kesedihan itu singgah dihati, tapi jangan biarkan ia merasa nyaman disana.

Bangkitlah untuk menikmati keindahan dan kenikmatilah hal kecil yang patut disyukuri.

Kenikmatan itu murah, kalau kita tau bagaimana cara menikmati hidup ini.

Hiasi hidup ini dengan kesederhanaan yang indah dan penuh arti bersama orang yang mengasihi kita pasti hidup akan terasa nikmat dan berkah.

Mengapa harus mendewakan harta dan materi sedangkan indahnya kesederhanaan adalah kenikmatan yang hakiki.

Hak kita adalah menentukan cara kita memandang hidup ini.

Jadi semuanya terserah kamu yang baca yah…………. He J Thanks

“Berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah memberikan kita kesempurnaan”

Amin.

Arti Sebuah Kesederhanaan

Sederhana bukan berarti harus melarat. Sederhana tidak berarti sengsara. Sehingga dapat didefinisikan sebagai apa adanya. Artinya hidup sesuai dengan apa yang di pikirkan dan dicita-citakan. Perjalanan menuju cita-cita itulah yang kami sebut dengan perjuangan.

Kesederhanaan akan lulus,bila  idealisme telah teruji. Menghadapi kenyataan yang sebenarnya jauh berbeda dengan angan2. Kadang kita harus berkompromi dengan perasaan agar kita bisa survive. Dan terkadang kita harus menelan idealisme kita mentah-mentah. Setidaknya itu juga lah yang telah melahirkan semangat, perjuangan, kebenaran, kebaikan, dan perlawanan negative..

Selama manusia mempunyai akal pikiran maka sebenarnya dia masih berpikir dengan dibuktikan mampu memilih. Pilihan bukan memilih untuk ikut-ikutan seperti rutinitas agar dinilai hebat oleh orang lain, atau menjadi diri sendiri yang mampu menikmati hidup dimana pun berada dengan apa adanya.

Ada satu perumpamaan mengenai kesederhanaan :
Dua sahabat hidup bersama dari kecil, dengan staus sama miskinnya (sebut saja A dan B). Setiap harinya mereka selalu berdua mandi di sungai, mencuri singkong dan bolos sekolah. Suatu ketika si A harus pergi meninggalkan kampung halamannya untuk sekolah sedangkan si B tetap di kampong. Perpisahan mereka sangat mengharukan, dandipastikan kehidupan merekapun akan berubah sesuai dengan lingkungan dimana mereka ditempa. Masing-masing punya kehidupannya sendiri-sendiri. Pemaknaan akan hidup pun pasti akan berbeda, tapi yang namanya sahabat tetap sahabat. Akhirnya setelah sekian tahun berpisah mereka bertemu di hari tua. Dan si A pulang ke kampungnya tempat dia bermain dan belajar sedari kecil bersama si B. Singkatnya si A (KAYA) dan si B (MISKIN)
Si B tetap sama seperti dulu, hampir tidak banyak yang berubah dari dirinya. Dia lagi asik tiduran di jejaring antara dua pohon kelapa. Dia lagi asik nyantai menikmati hijaunya tanaman padi sambil bernyanyi hanya untuk menikmati hidupnya. Si A datang dan menghampiri. Awalnya si B kaget siapakah dia yang datang langsung mengagetkan dan si B tidak mengenali tetapi sesudah lama menatap dia masih mengingat ada goresan luka di keningnya dialah sahabatnya waktu kecil itu. Tanpa sadar mereka saling berpelukan erat untuk melepas kangen sambil santai dan ngobrol sana sini dan saling mempertanyakan kondisi masing-masing dimana mereka sudah mempunyai keluarga dan juga anak. Inilah percakapan menarik atara keduanya:
A: “B, kamu kok tidak kerja (dari kecil si B adalah penarik Becak)?”
B: “Udah kok. Ini aku dah dapat 10 tarikan. 5 tarikan dapat 25.000 untuk kita makan pertemuan kita dan 5 tarikan dapat 25.000 untuk menyekolahkan anak-anak dan keperluan sehari-hari.”
A: “Terus kenapa sekarang ga narik lagi?”
B: “Buat apa?” (si B bertanya penasaran)
A: “Loh, kalau kamu narik lagi kan bisa dapat uang lebih banyak”
B: “Buat apa? Kan semuanya sudah tercukupi..” si B semakin bingung akan arah percakapan tersebut.
A: “Kan kalo punya uang banyak bisa beli motor atau mobil mewah.”
B: “hah, motor ama mobil? Buat apa?”
A: “Kalau punya motor atau mobil kan enak tuh, bisa keliling kota, traveling, bisa melihat-lihat tempat-tempat indah. Yah, menikmati hidup hari tua lah.”
(Lalu si B tersenyum sembari menatap sahabatnya dan berkata),
B: “A, apa kamu tidak sadar kawan apa yang kamu lihat sekarang? Bukankah aku saat ini sedang menikmati hidupku.”
Si A lalu tertunduk dan mungkin dia tidak dapat berkata apa-apa lagi.

Mungkin banyak orang baru dengan punya ‘motor atau mobil’ baru dia bisa menikmati hidup. Tapi tidak dengan si B, Sederhana berarti tidak berarti malas. Sederhana tidak berarti tidak bekerja keras, sederhana tidak berarti meminta-minta. Sederhana berarti mensyukuri apa yang kita terima dari pemberian-Nya akan usaha yang kita lakukan.

Apapun pilihan kalian apakah A atau B itu adalah diri mu dan tak perlu menutupinya. Namun alangkah baiknya bila kita dapat hidup seperti B dengan gaya hidupnya yang sederhana.