PERANG DINGIN ANTAR UMAT YANG TAK AKAN PERNAH USAI

Di muka bumi ini banyak sekali keyakinan kepada Tuhan YME. Di Indonesia sendiri kia hanya mengenal Islam, Kriten, Budha dan Hindu. Walaupun di Indonesia ada banyak keyakinan pada prinsipnya dapat hidup berdamai.

Nyakin Indonesia dapat bertoleransi?? Setahu ku belum atau bahkan tidak ada toleransi ?

Apa buktinya kita masih sering mendengar adanya diskriminasi salah satu keyakinan terhadap keyakinan lain. Kita masih dapat melihat dan mendengar perang argumentasi antara satu dengan lainnya bahkan yang lebih parah adalah dengan kalimat yang sangat jorok, tak bermoral dan beradab ada situs yang sengaja membuat pro dan kontra yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Apa yang dapat aku sampaikan ketika hal ini ku ketahui? Aku hanya berkata mereka  sebenarnya adalah para pembenci, mereka merasa benar, mereka takut jadi kaum minoritas, mereka merasa berjihad, mereka merasa pintar, mereka sebenarnya tak bisa menjadi panutan bahkan mereka tak berilmu.

Yah itulah dinamika keagamaan di Negara kita yang hingga kini sebenarnya ada benih dendam dan ketidak suakaan mungkin selamanya dan mungkin entah kapan akan terjadi seperti di Myanmar. Dimana kaum rohingya dibantai habis oleh Myanmar yang mungkin Myanmar takut apabila Negara mereka berubah menjadi Negarayang di anut seperti keyakinan rohingya.

Ada sebuah pamplet yang menyatakan di Myanmar sebagai berikut , “….Malaysia dan Indonesia pernah menjadi negara Budha dalam sejarah, namun sayangnya kelompok Muslim menerapkan metode untuk mengembangkan agamanya dan berhasil sehingga Malaysia dan Indonesia menjadi negara Muslim; Budha hilang dari negara tersebut…. Karena itu, empat tujuan pemerintahan Burma (State Law and Order Restoration Council/SLORC) harus ditegakkan. …“

Empat tujuan yang dimaksud :

Pertama, menegakkan moral dan etika

Kedua, memelihara budaya, warisan sejarah, rasa kebangsaan (Burma) dan karakter nasional

Ketiga, menegakkan patriotisme

Keempat, menerapkan solidaritas dan standar pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Di Indonesia sendiri sudah porak poranda karena tidak memiliki sikap seperti Myanmar. Namun cara Myanmar dengan landasannya menembaki kaum rohingya sanggat tidak beradab sama seperti hitler menghabisi yahudi. Tindakan Myanmar sangat tidak relevan dengan konsep perdamaian yang di usung oleh PBB bahkan Myanmar sendiri sebagai ketua ASEAN sangat memalukan

Kebencian orang Myanmar pada kaum rohingya sudah berlangsung lama dan hanya tinggal menunggu waktu Banyak prasangka, rasisme laten terhadap kelompok Rohingnya di dalam Myanmar dan sedang terjadi saat ini. Ini sulit dihilangkan, ini sudah menjadi semacam bom waktu dan bisa meledak setiap saat.

Apakah kekerasan adalah hak setiap penguasa disuatu Negara, semua kepala Negara yang berkuasa menyampaikan “kami cinta damai, menjunjung tinggi toleransi beragama dan menduking hubungan bilateral dalam poleksosbudhankam” wah hebatya para tokoh Negara-negara tersebut.

Terselip dalam hati ini, menjerit hatiku, sedih rasanya mendengar dan menyaksikan pertikaian dingin tentang keyakinan. Bukan membicarakan aku siapa dan kamu siapa Tetapi apakah tidak sadar mereka semua di pilih untuk mendukung perdamaian dunia. Mempersatukan umat dan menegakkan keyakinan bahwa setiap warga Negara di negaranya atau di luar negaranya berhak untuk hidup.

Dunia ini memang berawal dari peperangan. Ketika anak adam bertikai disitulah manusia telah di mulainya permusuhan antara si A dan si B hingga akhirnya sampai sekarang. Sejarah kenabian pun demikian. Sejarah perang antar Negara hingga terjadinya perang dunia ke II, terjadinya kehancuran jepang dengan di Bomnya hirosima dan Nagasaki, penjajangan yang dilakukan Negara barat dan terjadinya perebutan kekuasaan yang dilakukan oleh para raja bahkan hingga kini sering kita menyaksikan tawuran antar kampong lebih kecil lagi bentrok antar gank.

Sedih rasanya mendengar dan menyaksikan kepiluan ini. Entah sampai kapan dan apakah akan menimpa kami warga Indonesia. Semiua merasa benar, semua meras pintar dan semua merasa yang berhak.

Do’a ku untuk Negara ku “ya allah aku berlindung kepada mu dari pertikaian yang terjadi di dalam negriku, pertikaian antar agama yang satu dan agama yang lain seperti yang kini terjadi di myanmar, pertikaian antara pemimpin yang satu dengan yang lainya seperti yang terjadi di Negara ku indonesia, berikanlah kami kedamaian hati dan pikiran dalam menjalankan hubungan beragama dan bernegara, hubungan teman dan bekerja agar mendapatkan keridhoan MU. Ya allah ya tuhan ku, aku mengakui mu sebagai yang menciptakan kami dan mereka dengan keyakinanya, berikanlah kami rasa untuk berdamai tidak hanya di bibir namun dalam bertindak dan begitu pula cara kami mengajarkan kepada keturunan kami. Telah banyak kami saksikan penindasan dan tertindasnya mereka yang bertikai dan itu tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, hanya kehancuran dan kehilangan, tangisan dan kepedihan dan itu disebabkan kesombongan dengan keyakinan merasa benar. Ya allah kami berharap kepada Mu untuk mendamaikan kami sebagai umat turunan Adam agar tidak berperang, perang yang di mulai dari lisan yang tak terjaga, belati yang terhunus, keris yang terpatri hingga teknologi yang tercanggih. Ya allah  hanya atas kehendak Mu lah apa yang terjadi di dunia ini dan Atas kehendak Mu lah kami di matikan. Maafkanlah segala dosa dan perbuatan kami. AMIN”

Iklan
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • yisha  On Agustus 3, 2012 at 2:06 am

    met sedih…………????????????

  • onesetia82  On Agustus 3, 2012 at 1:12 pm

    sangat menyedihkan jika melihat keadaan seperti ini mas …
    semoga setiap masalah ada jalan keluarnya yang paling terbaik ….

    • rozaxandriana  On Agustus 6, 2012 at 2:03 am

      Terimakasih atas kunjungannya,
      semoga orang-orang yang merasa benar terbukti kebenarannya tanpa perlu menjadi pembela kebenaran.
      semoga apa yang dimaksud dengan kedamaian dan toleransi beragama antar umat menjadi satu sudut pandang yang sama.
      Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: