SURGA

Rumah Ku Surga ku

Damai tersasa saat aku meninggalkan rumah, doa mu menyelimuti langkah kaki ku dan derungan kendaraan yang ku pakai

Kelembutan dalam menghantarkan tepat depan pintu yang teramat sederhana namun tersasa bermakan

Keikhlasan dalam setiap ucap dan tindak mu dalam atap ini akan membawa berkah pada kehidupan diantara kita

Kehadiran si kecil tlah larutkan segala asah dan kegalauan ini

Sepatutnya rangkaian doa selalu dapat kita panjatkan kepada Nya

Titipan ini menambahkan aliran rahmat sang Illahi jangan kita punkiri nikmat Nya

Rizki dan rahmat tercurah tidak untuk kita namun juga untuk titipan Nya yang telah kita terima

Kita ciptakan alunan syahdu agar terbentuk lah kelengkapan dalam Rahmat

Kemapanan mu dalam berfikir dan memantapkan dengan jalan yang di berikan oleh Nya

Membuat sejuk dan tentramnya hati dan batin ini untuk menuju ke sakiinahan..

Semoga tercipta dan terlaksana untuk kita yang mencari dan mengharapkan Ridho sang Illahi

Amin

 

Rumah Ku Istana ku

Puing terbangun dalam satu kesatuan hingga menjadi suatu yang sangat kita butuhkan

Kelengkapan sarana telah terpenuhi dengan segala apa yang ada

Dari hidup hingga kehidupan

Dari rasa hingga kenikmatan

Tak satu pun tak ada

Tak satu pun yang taknyata

Semua lengkap bagaikan sorga

Semua ada laksana sulap

Tak disangka sirna

Tertelan angkuh, amarah dan dosa

Memusnahkan harapan dan perjuangan

Semesta cinta dalam kabut penghianatan

Dalam surga tercipta kepedihan

Jangan kau dapatkan rumah seperti istana

 

Rumah ku Kuburan Ku

Gelap dan terang tak dapat ku bedakan

Ramai dalam kesunyian

Dan hening dalam teriak dan tangisan

Lembut terasa kasar Syahdu terasa binggar

Ohh….. mengapa dunia ini terasa sempit

Padahal aku telah lama berkenana

Tanpa bicara

Tanpa kemesrahan

Tanpa kasih sayang

Hanya gelisah dan keresahan Berkibar dengan gagahnya

Sungguh bagai makam dalam tatanan puing yang dibangun sendiri

Memerdekakan menjadi Penistaan

Koridor telah menjadi Protocol

Meng create segala kehancuran

Rumah Ku Kematian Ku

Menjemput mu dari dasar yang kelam

Mengangkat mu dari lahar ke dholiman

Menuntun mu dalam berat hasrat mu

Membangkitkan mu dalam kekecewaan

Akan kah… berakhir Ataukah terperosok makin dalam

Ironis dalam sebuah pertanyaan

Ironis dalam sebuah talenta

Ironis dalam suatu paradigma yang keras

Ironis dalam sisi baik mu

Logika bermain

Kalimat tak sceptis bernyanyi riang

Mata memandang namun tak nyata terlihat

Takut melangkah dengan segala yang ada

Berani melangkah melewati limit kesabaran

Kehancuran ataukah kebahagian yang akan hadir

Dalam hidup ku…

Iklan
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • mamat  On Februari 25, 2010 at 2:01 am

    aku mau ke sorga yang paling nyaman bosss….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: