Galileo Galilei

JAM pertama kali berdetik dan berdetak 700 tahun lalu. Akan tetapi, tetapi jam-jam tersebut tidak dapat menunjukkan waktu dengan tepat. Jam tersebut tidak ada yang dapat menunjukkan menit, karena hanya memiliki satu jarum saja yang menunjukkan jam. Jam akhirnya dapat menunjukkan menit berkat ide kreatif Galileo Galilei. Tahukah siapa Galileo Galilei itu?

Galileo Galilei –lebih terkenal dengan nama Galileo– lahir pada tahun 1564 di Pisa, Italia. Galileo merupakan putra seorang guru musik dari kota Pisa, talia. Pada mulanya, Galileo belajar musik kepada ayahnya. Kemudian, ketika berumur 11 tahun, ayahnya menyekolahkan Galileo ke sekolah Biara Santa Maria di Vallombrosa. Di sana, Galileo mempelajari bahasa Latin, bahasa Yunani, dan juga musik.

Galileo tidak melanjutkan sekolah biaranya. Galileo memilih melanjutkan pendidikan ke Universitas Pisa Jurusan Kedokteran. Saat kuliah berlangsung, Galileo aktif bertanya kepada dosen mengenai hal-hal yang tidak dimengertinya. Banyak di antara pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap aneh. Bahkan, kerap kali Galileo memberikan pendapat yang berbeda dengan pendapat dosennya. Salah satunya mengenai bagaimana cara benda bergerak dan jatuh.

Pendapat yang diyakini masyarakat saat itu adalah kecepatan benda yang beratnya berbeda akan berbeda-beda bergantung pada berat benda tersebut. Pendapat ini dikemukakan Aristoteles. Galileo mempunyai pendapat yang berbeda.

Menurut Galileo, setiap benda jatuh mempunyai kecepatan yang sama, walaupun mempunyai berat yang berbeda-beda. Tegasnya, berat benda tidak mempengaruhi kecepatan jatuh suatu benda.

Galileo memberikan pendapat seperti itu berdasarkan pengalamannya ketika berjalan di tengah hujan salju. Galileo mengamati butir-butir salju yang nampak jatuh berbarengan di permukaan. Galileo menduga bahwa kecepatan jatuh setiap benda sama. Penasaran akan hal tersebut, Galileo kemudian melakukan percobaan menjatuhkan bola dengan berbagai ukuran dari Menara Pisa. Dugaannya benar. Setiap bola mempunyai kecepatan jatuh yang sama.

SUATU hari, Galileo sedang mengikuti sebuah acara di Katedral Pisa. Ia memperhatikan biarawan yang sedang mengayunkan dupa untuk menebarkan asap yang keluar dari dupa tersebut. Galileo menghitung waktu ayunan dengan menggunakan denyut nadinya. Dia merasakan denyut jantung yang teratur di pergelangan tangannya. Hal yang mengejutkannya, setiap ayunan, besar atau kecil, memiliki jumlah detak yang sama. Kemudian, Galileo melakukan beberapa percobaan mengayunkan pendulum.

Ia memasang beban yang sama pada setiap pendulum dengan panjang tali yang berbeda. Eureka! Galileo menemukan, berat tidak membuat perbedaan terhadap waktu ayunan, tetapi panjang tali dari pendulum yang membuat ayunan pendulum berbeda.

Menggandakan panjang tali pendulum akan membuat ayunan empat kali lebih panjang dan membagi dua panjang tali akan memotong waktu menjadi seperempat. Galileo memberikan ide kepada dokter agar menggunakan pendulum khusus untuk mengukur denyut nadi seorang pasien. Penyakit meningkatkan kecepatan denyut nadi seseorang, sehingga para dokter harus memeriksanya secara rutin.

Alat Galileo disebut sebuah pulsilogium. Alat ini membantu para dokter untuk menghitung denyut nadi seseorang secara tepat.

Galileo terus berpikir mengenai penggunaan ayunan pendulum untuk menjaga jam agar berjalan dengan teratur. Ketika Galileo berusia 77 tahun dan buta total. Meskipun demikian, Galileo dan putranya, Vicenzo, tetap berjuang membuat jam pendulum.

Galileo akhirnya meninggal pada tahun 1642. Idenya mengenai jam pendulum belum juga terwujud. Setelah Galileo meninggal, Vicenzo mencoba melanjutkan membuat sebuah model jam, tetapi dia tidak dapat membuat model tersebut berdetak 

SUATU hari, Galileo sedang mengikuti sebuah acara di Katedral Pisa. Ia memperhatikan biarawan yang sedang mengayunkan dupa untuk menebarkan asap yang keluar dari dupa tersebut. Galileo menghitung waktu ayunan dengan menggunakan denyut nadinya. Dia merasakan denyut jantung yang teratur di pergelangan tangannya. Hal yang mengejutkannya, setiap ayunan, besar atau kecil, memiliki jumlah detak yang sama. Kemudian, Galileo melakukan beberapa percobaan mengayunkan pendulum.

Ia memasang beban yang sama pada setiap pendulum dengan panjang tali yang berbeda. Eureka! Galileo menemukan, berat tidak membuat perbedaan terhadap waktu ayunan, tetapi panjang tali dari pendulum yang membuat ayunan pendulum berbeda.

Menggandakan panjang tali pendulum akan membuat ayunan empat kali lebih panjang dan membagi dua panjang tali akan memotong waktu menjadi seperempat. Galileo memberikan ide kepada dokter agar menggunakan pendulum khusus untuk mengukur denyut nadi seorang pasien. Penyakit meningkatkan kecepatan denyut nadi seseorang, sehingga para dokter harus memeriksanya secara rutin.

Alat Galileo disebut sebuah pulsilogium. Alat ini membantu para dokter untuk menghitung denyut nadi seseorang secara tepat.

Galileo terus berpikir mengenai penggunaan ayunan pendulum untuk menjaga jam agar berjalan dengan teratur. Ketika Galileo berusia 77 tahun dan buta total. Meskipun demikian, Galileo dan putranya, Vicenzo, tetap berjuang membuat jam pendulum.

Galileo akhirnya meninggal pada tahun 1642. Idenya mengenai jam pendulum belum juga terwujud. Setelah Galileo meninggal, Vicenzo mencoba melanjutkan membuat sebuah model jam, tetapi dia tidak dapat membuat model tersebut berdetak.

IDE Galileo mengenai jam pendulum akhirnya terwujud. Adalah seorang ilmuwan Belanda, Christian Huygens (1629–1695), yang berhasil membuat jam pendulum pertama pada 1656. Jam pendulum yang idenya dicetuskan Galileo, menjaga dunia berjalan tepat waktu selama hampir tiga abad. Pendulum tetap digunakan pada sebagian besar jenis jam sampai penemuan jam elektronik pada tahun 1929.

Iklan
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: